Anggaran 2027 Diproyeksi Berkurang, Setwan Diminta Prioritaskan Kegiatan

SURAKARTA – Sekretaris DPRD Kota Surakarta, Kinkin Sultanul Hakim, mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan pentas wayang kulit di Segaran Taman Sriwedari yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Apresiasi tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi Sekretariat DPRD Kota Surakarta, Senin (2/11).

Kinkin menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah terlibat dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat yang hadir menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa menjaga dan melestarikan budaya bangsa bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan komitmen dan upaya berkelanjutan agar kesenian tradisional tetap dikenal serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Ada sebuah konsep bahwa agar kesenian tetap dikenang dan dikenal, maka kesenian itu harus terus dipentaskan atau diatraksikan. Berapa pun jumlah penontonnya tidak menjadi persoalan. Yang terpenting adalah kesenian tersebut tetap hidup, ditampilkan, dan masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenalnya,” ungkap Kinkin.

Selain menyampaikan apresiasi, Kinkin juga mengingatkan untuk mulai mencermati kondisi anggaran tahun 2027 yang diperkirakan kembali mengalami pengurangan. Dampaknya, anggaran Setwan diproyeksikan berkurang sekitar Rp8 miliar. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan pemilahan kembali terhadap program serta kegiatan yang akan dilaksanakan.

Ia meminta agar kegiatan yang belum menjadi prioritas dapat ditangguhkan terlebih dahulu, sehingga ketersediaan anggaran dapat difokuskan untuk memenuhi kebutuhan yang benar-benar mendesak dan penting.

“Dengan kondisi anggaran yang ada, kita harus lebih cermat. Coba dipilah dan dipilih lagi mana yang menjadi prioritas. Yang sekitar Rp8 miliar itu perlu kita tangguhkan terlebih dahulu. Berapa pun anggaran yang tersedia, kita tetap diharapkan mampu melaksanakan tugas dan memfasilitasi kegiatan DPRD dengan baik. Karena itu, dahulukan kegiatan yang memang menjadi skala prioritas,” tegasnya.

Memasuki musim penghujan, Kinkin juga menekankan percepatan proses pemindahan seluruh aktivitas dan perlengkapan kantor ke gedung baru Setwan. Ia menargetkan proses perpindahan dapat diselesaikan secara bertahap sepanjang pekan ini, mulai Senin hingga Jumat, sehingga seluruh pegawai dapat segera menempati gedung baru.

Ia meminta agar proses pemindahan sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bangunan, terutama bagian atap yang berpotensi mengalami kebocoran ketika hujan turun, serta instalasi elektrikal. Mengingat gedung masih dalam masa pemeliharaan, setiap permasalahan yang ditemukan perlu segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti.

Terkait fasilitas pendukung, Kinkin menyampaikan bahwa survei jaringan internet dijadwalkan berlangsung pada hari tersebut. Ia berharap proses pemasangan dan penyelesaian jaringan internet dapat segera rampung sehingga gedung baru dapat difungsikan secara optimal untuk menunjang aktivitas kedinasan.

Dalam kesempatan itu, Kinkin juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjaga kebersihan dan kondisi ruangan yang ditinggalkan maupun yang akan ditempati. Ia berharap setiap pegawai memiliki kepedulian untuk meninggalkan ruang kerja dalam kondisi bersih, tertata, bahkan lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Ruangan yang kita tinggalkan harus dalam keadaan bersih. Syukur-syukur bisa lebih bersih dan lebih baik lagi. Ini membutuhkan kepedulian bersama, tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua orang. Semua harus ringan tangan dan ikut bertanggung jawab,” pesannya.

Memasuki November, Kinkin turut mengingatkan bahwa pelaksanaan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 hanya menyisakan waktu sekitar satu bulan empat belas hari. Dengan waktu yang semakin terbatas dan kondisi arus kas atau cashflow yang perlu diperhatikan, seluruh bagian diminta mencermati progres kegiatan dan segera menyelesaikan pekerjaan yang telah direncanakan.

Ia meminta agar tidak ada pekerjaan yang sengaja ditunda, terutama kegiatan yang sudah dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan secara administrasi. Percepatan pelaksanaan kegiatan, penyelesaian SPJ, serta koordinasi pencairan dana harus dilakukan secara tertib dan tepat waktu.

“Sekarang sudah tanggal 2 November, waktu kita untuk APBD Perubahan tinggal satu bulan empat belas hari. Semua harus dicermati dan segera dilaksanakan. Cashflow kita terbatas, sehingga jangan menunda-nunda pekerjaan. Kalau memang sudah bisa dilaksanakan, segera dilakoni, SPJ segera diselesaikan, dan koordinasikan pencairan dananya. Jangan sampai pekerjaan menumpuk di akhir tahun,” tandasnya.

Menutup arahannya, Kinkin turut menyinggung agenda kegiatan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) pada November yang direncanakan berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Slamet Riyadi. Ia meminta tim terkait kembali melakukan koordinasi dan mematangkan persiapan agar kegiatan dapat berjalan lancar serta menjadi sarana mendekatkan layanan informasi hukum kepada masyarakat.

Arifin Rochman

Posted in Berita

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*