SURAKARTA – Suasana berbeda mewarnai apel pagi pegawai Sekretariat DPRD (Setwan) Kota Surakarta, Kamis (29/10). Apel yang digelar pada Kamis terakhir di bulan Oktober tersebut berlangsung istimewa dengan nuansa budaya Jawa. Seluruh peserta mengenakan busana daerah, kebaya bagi pegawai perempuan dan beskap bagi pegawai laki-laki, sehingga menghadirkan suasana yang hangat sekaligus penuh kekeluargaan.
Namun, di balik nuansa budaya yang kental, apel kali ini juga menjadi momen emosional bagi keluarga besar Setwan Kota Surakarta. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang pamitan purna tugas Ketua Tim Kerja Humas, Anita Damayanti, yang resmi mengakhiri masa baktinya sebagai aparatur sipil negara (ASN) per 1 November 2026.
Apel diikuti seluruh pegawai Setwan Kota Surakarta, mulai dari pejabat dan staf, petugas keamanan, pramusaji hingga tenaga kebersihan. Kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh keluarga besar Setwan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam menjalankan tugas.
Sekretaris DPRD Kota Surakarta, Kinkin Sultanul Hakim, dalam amanatnya menyampaikan bahwa purna tugas merupakan bagian dari perjalanan pengabdian seorang ASN. Menurutnya, masa pensiun bukanlah akhir dari segala aktivitas, melainkan awal dari babak kehidupan baru setelah sekian lama mencurahkan tenaga, pikiran, dan dedikasi untuk melayani masyarakat.
“Setiap masa bakti ASN pasti akan sampai pada akhirnya. Harapan kita, ketika memasuki masa purna tugas, semuanya bisa menjalaninya dengan bahagia, sehat, dan tanpa kekhawatiran lagi. Setelah sekian lama mengabdi, kini saatnya menikmati waktu bersama keluarga dan menjalani kehidupan dengan lebih tenang,” ungkap Kinkin.
Sebelum memberikan kesempatan kepada Anita untuk menyampaikan pesan dan kesan terakhirnya, Kinkin sengaja menciptakan suasana yang lebih cair dan interaktif. Ia mengajak peserta apel untuk menyampaikan pesan dan kesan selama mengenal sosok Anita. Tidak hanya itu, sejumlah pegawai juga diminta melontarkan pantun khusus sebagai bentuk ungkapan kasih sayang dan penghormatan kepada rekan kerja yang akan memasuki masa purna tugas.
Suasana apel pun sesekali diwarnai tawa dan senyum peserta. Beragam ungkapan disampaikan, mulai dari kenangan selama bekerja bersama, apresiasi atas dedikasi, hingga doa dan harapan untuk kehidupan Anita setelah pensiun. Momen tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari keluarga besar Setwan Kota Surakarta sebagai tanda persahabatan dan penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan.
Kinkin menyampaikan bahwa selama menjalankan tugas, Anita telah menjadi bagian penting dari perjalanan Setwan, khususnya dalam bidang kehumasan dan publikasi. Dedikasi, pengalaman, serta kontribusinya dalam mendukung penyebarluasan informasi kegiatan DPRD menjadi bagian dari perjalanan organisasi yang patut diapresiasi.
“Bagi kami, yang dilepas hari ini bukan sekadar seorang pegawai yang memasuki masa pensiun, tetapi juga seorang rekan, sahabat, dan bagian dari keluarga besar Setwan. Tentu akan ada suasana yang berbeda tanpa kehadiran Bu Anita. Namun, silaturahmi tidak boleh berhenti hanya karena tugas kedinasan telah selesai. Kami berharap hubungan kekeluargaan ini tetap terjalin, dan Bu Anita selalu sehat serta bahagia bersama keluarga,” tambahnya.
Giliran Anita Damayanti menyampaikan sambutan pamitan. Dengan suara yang sesekali tertahan, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada pimpinan dan rekan kerja yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Dalam suasana yang semakin hening, Anita mengenang perjalanan panjang selama bekerja di lingkungan Setwan Kota Surakarta. Baginya, kantor bukan hanya tempat untuk menjalankan pekerjaan dan memenuhi tanggung jawab kedinasan, melainkan juga rumah kedua yang mempertemukannya dengan banyak orang, menghadirkan pengalaman, persahabatan, kebersamaan, serta berbagai cerita yang tidak mudah dilupakan.
“Rasanya tidak mudah berdiri di sini untuk berpamitan. Selama ini kita bertemu hampir setiap hari, bekerja bersama, bercanda, saling mengingatkan, bahkan mungkin pernah berbeda pendapat. Semua itu menjadi bagian dari kenangan yang sangat berarti bagi saya. Hari ini saya memang harus mengakhiri masa tugas, tetapi sungguh berat rasanya meninggalkan keluarga besar yang sudah begitu dekat di hati,” tutur Anita dengan penuh haru.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berinteraksi dan bekerja bersama terdapat perkataan, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan. Anita mengaku tidak semua perjalanan pengabdian berjalan sempurna, tetapi ia bersyukur telah melewati berbagai dinamika pekerjaan bersama orang-orang yang memberikan dukungan dan kebersamaan.
“Terima kasih sudah menerima saya, menemani saya, dan menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Jika selama ini ada salah kata atau sikap yang kurang berkenan, dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf. Mungkin setelah ini kita tidak lagi bertemu setiap pagi dalam suasana pekerjaan, tidak lagi saling menyapa di kantor seperti biasanya. Tetapi saya berharap, jangan sampai perpisahan tugas ini membuat kita menjadi orang asing. Saya akan selalu mengingat keluarga besar Setwan ini,” ungkapnya.
Ungkapan tersebut semakin menambah suasana haru di antara peserta apel. Beberapa pegawai tampak larut dalam suasana emosional, mengingat kebersamaan yang selama ini terjalin. Bagi Anita, purna tugas bukan berarti menghapus kenangan dan memutus tali persaudaraan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Apel pagi yang semula berlangsung dengan nuansa ceria berbalut kebaya dan beskap itu pun menjadi momen perpisahan yang penuh makna. Diiringi doa dan kenang-kenangan, keluarga besar Setwan Kota Surakarta melepas Anita Damayanti dengan rasa hormat dan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan.
Selamat memasuki masa purna tugas, Bu Anita. Pengabdian boleh berakhir, tetapi persahabatan, keteladanan, dan kenangan akan tetap tinggal di hati keluarga besar Sekretariat DPRD Kota Surakarta.
Arifin Rochman


