Progres Rehabilitasi Gedung Sekretariat DPRD Surakarta Mulai Tampak, Pembangunan Fisik Dimulai Awal Desember

SURAKARTA — Upaya rehabilitasi gedung Sekretariat DPRD (Setwan) Kota Surakarta yang hangus terbakar dalam peristiwa kerusuhan akhir Agustus lalu kini memasuki tahap baru yang lebih konkret. Setelah melewati proses penghapusan aset serta kajian teknis oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembongkaran bangunan lama resmi dimulai di lokasi.

Proses pembongkaran dilakukan secara bertahap untuk memastikan keamanan struktur dan meminimalkan risiko selama pekerjaan berlangsung. Seluruh tahapan ini menjadi landasan menuju pembangunan fisik gedung baru yang dijadwalkan mulai awal Desember mendatang. Pembangunan tersebut sepenuhnya didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan nilai diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.

Sekretaris DPRD Kota Surakarta, Kinkin Sultanul Hakim, menjelaskan bahwa pembongkaran saat ini sudah berjalan dan menjadi gerbang awal untuk percepatan pembangunan kembali kantor kesekretariatan.

“Kalau pembongkaran sudah, ini sudah berjalan. Kemudian awal Desember sudah masuk pengerjaan fisik bangunan. Diperkirakan awal Mei atau akhir April nanti sudah selesai,” ujar Kinkin saat ditemui di kantornya, Kamis (27/11).

Gedung Setwan yang baru nantinya tetap mempertahankan bentuk umum bangunan lama dengan jumlah dua lantai. Namun, penyesuaian arsitektural dilakukan agar selaras dengan city branding Kota Solo serta aturan terkait konsep budaya bangunan pemerintahan.

“Bentuknya nanti sama seperti yang kemarin, dua lantai. Tetapi arsitekturnya kita sesuaikan dengan aturan kota, ada unsur budayanya. Akan ada sentuhan ‘Joglo’ sebagai identitas, meskipun hanya secara aksen,” jelas Kinkin.

Selain membangun struktur utama, pemerintah kota juga menyiapkan penataan ruang tambahan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesekretariatan. Desain baru tersebut disiapkan dengan konsep pengembangan jangka panjang, memungkinkan penambahan vertikal bila dibutuhkan di masa depan.

Penguatan Keamanan Jadi Fokus Utama

Peristiwa penyerangan dan pembakaran gedung pada Agustus lalu menjadi pelajaran penting bagi penyusunan desain gedung baru. Menurut Kinkin, aspek keamanan kini menjadi salah satu prioritas utama yang diterapkan secara ketat dalam rancangan pembangunan.

“Evaluasi dari kejadian kemarin kami jadikan acuan. Bangunannya nanti memperkuat pada sisi-sisi yang rawan. Bahannya tahan api, kemudian ada pagar atau teralis yang tidak mudah ditembus lemparan benda-benda terbakar,” urainya.

Tidak hanya dari sisi material, gedung baru juga akan dilengkapi sistem deteksi kebakaran otomatis yang memungkinkan penyemprotan air secara langsung ketika titik api terdeteksi, teknologi yang sebelumnya belum tersedia di bangunan lama.

“Harapannya nanti kalau ada percikan atau kebakaran, air langsung keluar otomatis. Juga ada pembagian ruang yang lebih aman, sehingga kalau pun ada gangguan, tidak seluruh fasilitas terdampak,” tambahnya.

Selama proses pembangunan berlangsung, aktivitas Sekretariat DPRD masih harus berpindah-pindah memanfaatkan ruangan yang tersisa di kompleks ruangan dewan. Meski dengan kondisi yang serba terbatas, seluruh layanan seperti administrasi, pendampingan alat kelengkapan dewan (Alkap), serta pelayanan kedewanan tetap dapat berjalan normal.

Kinkin mengakui bahwa keberadaan gedung baru sangat dinantikan untuk mengembalikan efektivitas layanan kesekretariatan maupun pelayanan aspirasi masyarakat.

“Kalau nanti gedung baru selesai, semua layanan bisa terkonsentrasi lagi di satu titik. Efisiensi kerja dan kenyamanan pegawai otomatis meningkat. Ini penting untuk mendukung kinerja kedewanan,” pungkasnya.

Arifin Rochman

Posted in Berita