SURAKARTA – Sekretariat DPRD Kota Surakarta kembali melaksanakan apel pagi pada Senin (7/9). Apel menjadi momentum untuk memperkuat kedisiplinan sekaligus memberikan sejumlah arahan kepada seluruh jajaran Sekretariat DPRD, khususnya terkait pengelolaan aset, pelaksanaan APBD Perubahan, hingga tantangan fiskal pada tahun mendatang.
Sekretaris DPRD Kota Surakarta, Kinkin Sultanul Hakim, menekankan pentingnya seluruh pegawai memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap aset yang berada di lingkungan kerja. Menurutnya, setiap aset pemerintah memiliki aturan dan tata kelola yang harus dipatuhi.
“Kalau terkait aset, kalau hilang dilaporkan. Aset itu ada aturannya, termasuk ada appraisal dari Pemkot,” ujar Kinkin dalam arahannya.
Ia mengingatkan agar tidak ada anggapan bahwa barang yang ditemukan atau berada di suatu tempat dapat begitu saja diambil karena dianggap tidak bertuan. Terlebih, aset yang berkaitan dengan dokumen maupun arsip memiliki tata kelola tersendiri.
“Tidak seperti kalau ada aset yang ditinggal kemudian dianggap barang nganggur, lalu bisa diambil. Tidak seperti itu. Apalagi aset yang berbentuk arsip, ada tata kelolanya, ada metodenya,” tegasnya.
Kinkin menyebut hal tersebut menjadi bahan introspeksi bagi seluruh jajaran Setwan, termasuk dirinya sendiri. Ia mengajak seluruh pegawai untuk memperbaiki cara pandang terhadap aset dan membangun kepedulian sejak dari hal-hal kecil.
“Ini introspeksi untuk kita semua, termasuk saya. Menjadi koreksi kita bersama. Cara pandang kita harus kita perbaiki,” katanya.
Menurutnya, deteksi dini dan saling mengingatkan menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya persoalan terkait aset. Ia menyadari setiap orang dapat melakukan kekhilafan atau berada dalam kondisi tertentu sehingga membutuhkan pengingat dari lingkungan sekitarnya.
“Deteksi dini itu penting dan kita saling mengingatkan. Karena orang bisa khilaf dan butuh banget. Ini pelajaran kita bersama. Coba kita mulai peduli dengan hal yang kecil,” lanjutnya.
Kinkin juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran bersama, bukan sekadar menciptakan rasa takut dalam menjalankan pekerjaan. Menurutnya, menjaga aset harus menjadi bagian dari mental dan budaya kerja seluruh pegawai.
“Mari kita bangun kesadaran kita. Jangan sampai terulang lagi,” pesannya.
Selain persoalan aset, Kinkin menyampaikan perkembangan pembahasan KUPA yang telah memasuki tahapan pemanggilan masing-masing komisi. Selanjutnya, pembahasan akan berlanjut pada Perda tentang APBD Perubahan.
Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar, terutama karena waktu pelaksanaan anggaran semakin terbatas. Program atau kegiatan yang memperoleh tambahan anggaran dalam APBD Perubahan diharapkan segera dieksekusi setelah ditetapkan.
“Yang ada penambahan di perubahan, ingat waktunya tidak panjang. Segera dieksekusi. Praktis tinggal dua setengah bulan waktunya. Itu yang harus kita cermati bersama,” jelasnya.
Menghadapi tahun depan, Kinkin juga mengingatkan bahwa tantangan fiskal masih menjadi perhatian. Kondisi ruang fiskal yang belum sepenuhnya baik dinilai membutuhkan kecermatan dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program.
“Tantangan kita tahun depan tidak berbeda dengan tahun ini. Ruang fiskal masih belum bagus,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kinkin menyampaikan perkembangan pembangunan kembali gedung Sekretariat DPRD Kota Surakarta. Gedung tersebut direncanakan dapat diresmikan pada Oktober mendatang dan diharapkan sudah dapat digunakan dalam satu lingkup.
Menutup arahannya, Kinkin mengajak seluruh pegawai untuk menjaga aset pemerintah dengan penuh tanggung jawab.
“Selamat bekerja. Jaga aset seperti barang milik kita sendiri,” pungkasnya.
Arifin Rochman


