SURAKARTA – Sekretariat DPRD Kota Surakarta menggelar Apel Pagi yang dipimpin Sekretaris DPRD Kota Surakarta, Kinkin Sultanul Hakim, Senin Pagi (29/6). Dalam amanatnya, Sekwan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat DPRD untuk memperkuat mental, meningkatkan kinerja, serta menjaga komitmen pelayanan publik di tengah dinamika kebijakan nasional dan tantangan efisiensi anggaran.
Mengawali arahannya, Kinkin menyampaikan bahwa memasuki bulan Juli, berbagai isu strategis yang berkembang saat ini banyak berkaitan dengan sektor ekonomi. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut setiap perangkat daerah untuk mampu beradaptasi melalui penguatan sumber daya manusia, serta pengelolaan anggaran yang semakin efektif dan efisien.
“Menjelang bulan Juli, isu aktualnya cukup banyak dan hampir semuanya bersumber pada persoalan ekonomi. Tantangan kita adalah bagaimana tetap berada dalam koridor efisiensi, dan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu kebijakan yang tengah menjadi perhatian pemerintah pusat adalah upaya mendorong komposisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), di mana belanja pegawai diharapkan berada pada kisaran maksimal 30 persen. Sementara itu, masih banyak pemerintah daerah yang komposisi belanja pegawainya berada di atas angka tersebut sehingga harus melakukan penyesuaian struktur APBD.
“Kalau pusat itu pengennya APBD untuk belanja pegawai hanya 30 persen. Padahal banyak kota dan kabupaten yang masih lebih dari itu, sehingga pemerintah daerah didorong untuk mengubah struktur APBD agar belanja pegawai menjadi 30 persen,” jelasnya.
Meski demikian, Kinkin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surakarta hingga saat ini tetap berkomitmen menjaga kesejahteraan aparatur. Menurutnya, kebijakan yang diambil Wali Kota Surakarta masih berpihak kepada ASN tanpa melakukan pengurangan sumber daya manusia maupun pemotongan kesejahteraan pegawai.
“Selama ini Wali Kota masih bertahan dengan kebijakan yang diambilnya. ASN kita tetap dan kesejahteraan kita tidak dipotong. Oleh karena itu, yang harus kita kuatkan adalah mental kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas kinerja. Justru dalam situasi fiskal yang semakin terbatas, ASN dituntut bekerja lebih efektif, produktif, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saat anggaran longgar, kinerja kita baik. Saat anggaran tidak longgar, justru harus lebih baik lagi. Tidak ada kebijakan yang mengurangi SDM yang diterapkan di Kota Solo,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kinkin turut menyoroti kecenderungan arah kebijakan pemerintah daerah ke depan. Menurutnya, ruang fiskal pemerintah kota maupun kabupaten semakin terbatas sehingga fokus pembangunan akan semakin selektif.
“Isu fokus kota dan kabupaten sekarang mulai menyempit. Bidang kesehatan, pendidikan, maupun infrastruktur ruang anggarannya tidak sebanyak sebelumnya. Tahun depan kemungkinan anggaran akan turun, kecuali untuk program-program prioritas Wali Kota. Siklus dan trennya memang seperti itu,” ungkapnya.
Menutup amanatnya, Sekwan mengingatkan pentingnya perencanaan sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia mengajak seluruh jajaran Sekretariat DPRD Kota Surakarta untuk terus menyusun program secara terukur, mengutamakan kegiatan yang benar-benar mendesak, serta mengurangi belanja yang tidak efisien.
“Kita sudah berada di penghujung Juni. Saya selalu mengingatkan bahwa kitab suci di birokrasi adalah perencanaan. Yang tidak efisien harus dikurangi, sedangkan yang benar-benar urgent harus dipertahankan. Dengan perencanaan yang baik, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.
Arifin Rochman


